Perpustakaan Universitas Nusantara PGRI Kediri

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Administrator
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of PERANG BESAR BARATAYUDHA: Perang Besar Pandawa dan Kurawa
Penanda Bagikan

Text

PERANG BESAR BARATAYUDHA: Perang Besar Pandawa dan Kurawa

Zulfan Arif - Nama Orang;

Lahirnya perselisihan antara Pandawa dan Kurawa itu dimulai saat masa muda orangtua mereka. Pandu, ayah dari Pandawa dan Destarata, kakak Pandu yang buta serta ayah dari Kurawa. Di sisi lain, Pandu sebelum menikah bersama Dewi Kunti. Dewi Kunti sudah menerapkan mantra pada Dewa Matahari untuk dikaruniai keturunan, lahirlah Karna yang kemudian dibuang oleh Dewi Kunti, dan ditemukanlah Karna oleh kusir kereta. Selepas Pandawa dan Kurawa menginjak dewasa mulai muncul persaingan untuk memperebutkan takhta kerajaan. Hingga akhirnya terjadi permainan dadu yang membawa Pandawa dan Kurawa berperang.

Dari permainan dadu tersebut, Kurawa dan Pandawa harus menanggung risiko dalam perang saudara tersebut. Di mulai dengan Pandawa yang harus menjalani hukuman pengasingan di hutan sebagai rakyat jelata di Kerajaan Wirata. Namun, setelah masa hukuman berakhir, para Kurawa menolak mengembalikan hak-hak para Pandawa. Sebenarnya Yudhistira (Saudara sulung dari Pandawa), hanya menginginkan 5 desa saja untuk dikembalikan ke Pandawa bukan keseluruhan wilayah kerajaan. Tetapi Kurawa tidak sudi memberikan satu jengkal tanah ke Pandawa. Akhirnya keputusan diambil lewat Perang Baratayudha yang tidak dapat dihindari lagi.


BIODATA PENULIS

Zulfan Arif, menamatkan pendidikannya di Universitas Islam Sunan Kalijaga pada tahun 2010-an. Sesosok pencinta budaya ini tertarik dengan cerita-cerita epos dan kebudayaan Jawa karena menurutnya siapa lagi yang akan melestarikan cerita ini jika bukan dia sebagai orang Jawa.

Penyuka wayang ini juga aktif di beberapa organisasi kebudayaan maupun keagamaan, seperti salah satunya Sanggar Nuun Yogyakarta yang juga bernapaskan budaya dalam setiap kajian-kajiannya.


Ketersediaan
#
My Library 791.53 ZUL p
251138
Tersedia
#
My Library 791.53 ZUL p
251139
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
791.53 ZUL p
Penerbit
Yogyakarta : Anak Hebat Indonesia., 2023
Deskripsi Fisik
viii, 247 hlm.; 20 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-400-333-8
Klasifikasi
791.53
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Kesenian
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Universitas Nusantara PGRI Kediri
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Selamat datang di perpustakaan kami, sebuah tempat yang memancarkan daya tarik intelektual dan keajaiban pengetahuan. Kami adalah jantung budaya literasi yang menawarkan lebih dari sekadar barisan buku. Di sini, kami mengundang Anda untuk merasakan kekayaan pengetahuan yang melimpah dari ribuan halaman yang pada koleksi cetak maupun digital. 

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?