Buku ini menceritakan pengalaman Nurbaiti, seorang Perempuan Minangkabau, yang lahir tahun 1918 di Supayang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Kisah ini berlangsung di Solok. Padang Panjang, Jakarta, Surakarta (Solo), Padang, dan Bandung, melalui jaman penjajahan Belanda, Jepang, dan masa Kemerdekaan. Diceritakan berbagai masalah yang dihadapi oleh keluarga Nurbaiti, dan bagaimana ia menyelesaik…
Indeks hlm 529-543 Daftar Pustaka hlm 495-502
Penulis: Eveline Buchheim, Satrio Dwicahyo, Fridus Steijlen, dan Stephani Welvaart Perjuangan kemerdekaan di Indonesia antara tahun 1945 dan 1949 telah meninggalkan jejaknya, secara tersirat maupun tersurat. Melalui gambar dan teks, penulis mengajak pembaca menelusuri orang, benda, dan tempat di Indonesia dan Belanda. Buku bilingual Indonesia/Belanda ini berfokus pada pengalaman pribadi warg…
Pada 17 Agustus 1945, dua hari setelah Jepang menyerah, Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Belanda menolak mengakui proklamasi kemerdekaan tersebut dan beralih menggunakan kekuatan militer guna mengambil kendali proses dekolonisasi yang tak terelakkan. Alhasil, perang yang sengit serta negosiasi yang pelik berlangsung selama empat tahun penuh. Pada tahun 2005, pemerintah Belanda me…
Penulis adalah pernah menjadi Ketua DPD HPI Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2009 - 2013, kemudian menjadi Pengurus Bidang Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) DPP HPI periode 2011 - 2016 dan sampai sekarang adalah masih aktif di Kepengurusan Dewan Kode Etik DPP HPI. Beliau adalah senior guide bahasa German, juga anggota DPC HPI Kota Yogyakarta ( DPD HPI DIY ). Beliau aktif menulis beb…
Hingga hari ini, kita bisa melihat dengan jelas jasa Raden Ajeng Kartini yang luar biasa. Para perempuan bisa mengenyam pendidikan dengan mudah, bisa menduduki posisi penting dalam pekerjaan atau perusahaan, menjadi menteri, bahkan menjadi presiden. Selain itu, secara tidak langsung, segala pekerjaan tidak lagi berdasarkan jenis kelamin. Kini tidak hanya ibu rumah tangga yang kita kenal, bapak …